Detik Merdeka – Kemudahan akses informasi di era digital membawa konsekuensi baru: kebiasaan doomscrolling, atau konsumsi informasi negatif secara terus-menerus melalui media sosial dan platform digital.
Fenomena ini terjadi ketika seseorang terus menggulir layar tanpa henti, terutama untuk membaca berita buruk atau konten yang memicu kecemasan. Apa yang awalnya sekadar ingin “update informasi” kini berubah menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan.
Secara ilmiah, kecenderungan ini berkaitan dengan cara kerja otak manusia yang lebih peka terhadap ancaman. Dalam konteks digital, algoritma platform memperkuat pola tersebut dengan terus menyajikan konten yang relevan dan memancing emosi pengguna.