Ilustrasi - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Sentul.
2 dari 2 halaman
“Sedikit-sedikit mau demo. Tapi dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan. Kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara. Bakar-bakar, bom molotov, saya katakan itu membahayakan, itu pidana. Saya tidak ragu-ragu,” ujarnya.
Menurut Prabowo, dalam kehidupan demokrasi, perbedaan politik seharusnya disalurkan melalui mekanisme pemilu. Kontestasi politik, kata dia, mesti diisi dengan adu gagasan, program, dan konsep pembangunan yang bisa dinilai langsung oleh masyarakat.
Ia pun menekankan bahwa Pemilu 2029 menjadi ruang konstitusional bagi siapa pun yang ingin menantang kepemimpinannya secara terbuka dan bermartabat.