Prabowo: Perbedaan Politik Diselesaikan di Pemilu, Bukan Aksi Anarkis

February 5, 2026 - 18:39
Ilustrasi - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Sentul.
1 dari 2 halaman

DETIKMERDEKA - Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan menarik saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. Dalam pidatonya, Prabowo menantang pihak-pihak yang tidak menyukai kebijakan pemerintahannya untuk menempuh jalur konstitusional pada pemilihan umum mendatang.

Ia menegaskan, perbedaan pandangan politik seharusnya tidak diwujudkan melalui tindakan yang merusak stabilitas bangsa.

“Kalau saudara tidak suka dengan dua tiga orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan 2029 bertarung,” tegas Prabowo, seperti dikutip dari metrotvnews.com, Senin (02/02).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks adanya kelompok elite yang dinilai tidak menyukai kepemimpinannya, namun mengekspresikan penolakan dengan cara-cara destruktif. Prabowo menyinggung upaya-upaya yang dinilai berpotensi menjelekkan citra pemerintah hingga mendorong aksi demonstrasi anarkis.

Ia mengingatkan bahwa tindakan anarkis, seperti pembakaran maupun penggunaan bom molotov, merupakan tindak pidana yang membahayakan keselamatan negara.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.