Awasi Harga Pangan Jelang Ramadan, Pemerintah Bentuk Satgas Saber

January 29, 2026 - 19:40
2 dari 3 halaman

Satgas melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Perum Bulog, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan Polri.

Pengawasan dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai produsen, distributor, hingga pedagang eceran dan ritel modern.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan peran distributor harus diawasi.

“Tolong agar para pelaku usaha mengingatkan kepada para distributornya untuk tidak membuat harga bergerak melebihi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Distributor yang ada di tengah rantai pasok juga harus taat dan tertib,” ujarnya.

Satgas Saber merupakan kelanjutan Satgas Pengendalian Harga Beras 2025. Tahun lalu, Satgas melakukan 45.715 kegiatan pemantauan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Sebanyak 987 pelaku usaha perberasan mendapat teguran tertulis. Dampaknya harga beras medium dan premium turun sesuai HET pada Desember 2025.

Direktur Jenderal Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menambahkan pengendalian harga telur dan daging ayam juga dilakukan menjelang Ramadan.

“Meminta kepada para produsen, baik perusahaan integrator maupun juga perusahaan peternakan dan koperasi termasuk produsen ayam broiler dan juga telur, untuk memastikan bahwa produksi dan pasokan ini cukup sesuai dengan kebutuhan. Kemudian juga kami juga meminta agar produsen dan distributor tidak melakukan penimbunan stok,” kata Agung.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.