Dujarric menggambarkan situasi di Gaza sebagai "mengerikan". Tidak ada pasokan tempat perlindungan yang dikirim selama lebih dari empat bulan.
"Krisis bahan bakar masih terus berlanjut," ujarnya. "Jumlah terbatas yang diizinkan masuk ke Gaza dalam beberapa hari terakhir sangatlah tidak mencukupi," lanjutnya.
PBB memprioritaskan bahan bakar yang tersisa hanya untuk "operasi paling kritis".
Ia juga menyinggung laporan soal malnutrisi parah yang dialami warga Gaza. Banyak dari mereka datang ke pos medis dan rumah sakit dalam kondisi sangat buruk.
"Kemarin, Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa lebih dari selusin orang, termasuk anak-anak, dilaporkan meninggal karena kelaparan dalam 24 jam terakhir," kata Dujarric. Ia menyebut kondisi di lapangan "hampir mustahil".