Polda Jawa Tengah sebelumnya telah menetapkan Direktur CV Sayap ECP, Totok Sularto, sebagai tersangka dalam kasus pupuk palsu yang diproduksi di Boyolali.
Untuk mencegah peredaran pupuk tiruan, Pupuk Indonesia aktif menggelar edukasi lewat program Rembuk Tani di berbagai daerah. Program ini mengajak petani membeli pupuk hanya dari kios resmi dan tidak tergoda produk alternatif yang belum jelas asal-usulnya.
“Kami juga rutin mengingatkan distributor dan kios agar tidak menjual pupuk alternatif yang tidak sesuai spesifikasi,” ujar Wijaya.
Ia mengimbau petani untuk segera melapor jika menemukan pupuk yang mencurigakan. Laporan bisa dikirim melalui call center 0800 100 8001, WhatsApp 0811 9918 001, atau langsung ke Dinas Pertanian setempat.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut lima jenis pupuk palsu ditemukan setelah pembongkaran kasus beras oplosan. Ia menyebut kerugian petani akibat pupuk palsu ini mencapai Rp3,2 triliun. Menurutnya, banyak petani membeli pupuk itu menggunakan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).