"Kami mendesak pihak berwenang, baik Panwaslih maupun kepolisian, untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku perusakan ini. Jangan sampai tindakan semacam ini menimbulkan keresahan di masyarakat dan mencederai proses Pilkada yang damai," tambah Sabirin.
Sabirin menegaskan, DPD Tani Merdeka Pidie akan terus mendukung pasangan Mualem-Fadhlullah dan tidak akan terprovokasi oleh tindakan perusakan ini.
"Kami tetap solid mendukung pasangan Mualem-Dek Fad. Perusakan ini tidak akan melemahkan semangat kami. Justru, kami semakin terpacu untuk memperkuat dukungan hingga ke tingkat akar rumput," tegasnya.
Tidak hanya itu, Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, juga angkat bicara terkait insiden tersebut. Ia mengecam tindakan perusakan atribut kampanye dan mengimbau agar seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkada Aceh 2024 dapat menjaga suasana damai dan mengedepankan etika dalam berpolitik.
"Pilkada Aceh 2024 harus berjalan damai dan tanpa ada kekerasan atau tindakan perusakan seperti ini. Setiap calon dan pendukungnya harus saling menghargai dan bersaing secara sehat. Merusak atribut kampanye lawan politik bukanlah cara yang benar. Kita harus berpolitik santun dan beretika," kata Cut Muhammad yang akrab disapa Mukim Amad.
Menurutnya, perusakan atribut kampanye tidak hanya merugikan pasangan calon yang bersangkutan, tetapi juga mengganggu iklim demokrasi yang sehat. Ia menegaskan bahwa persaingan politik seharusnya dilakukan dengan cara yang beradab, tanpa merugikan pihak lain.