Lawatan Ke PLBN Motaain, Kepala BNN : Perkuat Pengelolaan PLBN Dalam Memerangi Narkoba

May 2, 2024 - 16:08
Foto Dok: Istimewa
3 dari 3 halaman

42 titik di sepanjang 148 km rawan penyelundupan Narkoba

Dalam lawatan tersebut, Deputi Hukum dan Kerja Sama, BNN, Agus Irianto turut memberikan pemaparan. Ia menerangkan bahwa, masih lemahnya pengawasan dari perbatasan negara wilayah darat, laut, udara terhadap narkoba.

Agus menjelaskan, ada 42 titik yang kerap dijadikan jalur tikus bagi penduduk antar lintas batas negara dari NTT, Indonesia menuju Timor Leste. Seluruh titik rawan tersebut terbentang sepanjang 148,7 kilometer.  

Karakteristik lintas perbatasan darat di NTT, lanjutnya, berbeda dengan di Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia Timur.

"Tidak seperti umumnya sungai di wilayah Kalimantan, sungai di NTT cenderung kering sehingga mudah ditembus para penduduk lintas negara tanpa pemeriksaan imigrasi, bea cukai atau karantina," terangnya lagi.

Ia kembali memaparkan, faktor Pendorong beredarnya narkoba adanya perbedaan harga jual yang sangat signifikan, angka pengangguran yang tinggi dan mudahnya merekrut kurir dengan biaya murah.

“Telah ditemukan 94 jenis narkotika baru (NPS) dan jumlahnya berkembang. Jumlah pemakai narkotika lebih dari 3 juta orang, ilegal bisnis yang sangat menguntungkan,”ungkapnya 

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.