Inovasi Untuk Penetrasi Pasar

April 29, 2024 - 19:06
Foto.Dok: Istimewa
2 dari 3 halaman

Merupakan minyak atsiri dari daun salam. Dari pada diekspor dalam wujud daun kering angin. Seperti yang diminta ke saya oleh Pejabat Kemenlu RI di Amerika Serikat. Mendingan dihilirisasikan terlebih dulu.

Dengan begitu akan dapat nilai tambah cukup besar selain cipta lapangan kerja di dalam negeri. Yang terpenting ongkos kirim makin murah, serapan banyak. Penetrasi pasar di industri farmasi makin besar.

Abon Nangka Muda.

Jika hanya dijual bahan baku saja maka akan murah sekali, karena daya serap pasar hanya sebatas lokalan domestik. Tapi karena ada yang adaptif dengan inovasi dijadikan abon nabati siap seduh.

Menyerang pangsa pasar abon daging sapi di Eropa. Di sana dipasarkan siap seduh dalam kemasan kedap udara. Praktis apik diminati hotel dan restoran serta masyarakat menengah ke atas. Apalagi mualaf.

Oleokimia Sawit.

Kalau yang satu ini jutaan ton. Hingga cipta lapangan kerja jutaan kepala keluarga dan cipta pajak maupun devisa puluhan triliun tiap tahunnya. Karena kebun sawit kita terluas di dunia 16,38 juta hektar. Dengan hasil CPO 49 juta ton/tahun dan PKO 5,6 juta ton/tahun.

Amerika Serikat saja sekitar 2,4 juta ton/tahun. Untuk segala macam kebutuhan kosmetik, farmasi dan lainnya. Hanya dari minyak kernel sawit. Ke depan kita akan produksi Bioavtur dari minyak kernel (PKO). Baru diekspor agar nilai tambah hilir tinggi.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.