Dapatkah kecurangan politik itu dihindari? Jawaban pintasnya mungkin tidak dapat dihindari ketika hendak menggapai kemenangan politik.
Dalam sejarah perebutan kuasa politik di negeri ini, praktik kecurangan tersebut akan selalu ada, hanya saja, temuan-temuan kecurangan tersebut dapat disulap kembali melalui kekuasaan, sehingga kecurangan dapat menjadi dibenarkan.
Bagi pelaku politik bermain curang juga dianggap sebagai pahlawan bagi pengikutnya.
Hal tersebut sangat tergantung atas manfaat apa yang diperoleh pengikutnya.
Pada posisi ini, sikap bermain curang terkadang abu abu dengan sikap berjuang.
Sama halnya dengan poros politik tertentu yang berteriak bahwa poros politik selain mereka telah atau akan bermain curang, padahal tanpa disadari bahwa poros politiknya juga sama-sama pernah bermain curang. Jadi, tidak ada jalan lain menyikapi politik curang di republik ini selain menikmatinya dengan seni hidup agar tidak menyasari dan memangsa kita yang bukan siapa-siapa pada jabatan strategis di republik ini.
Oleh : Zulfata
(Direktur Sekolah Kita Menulis / SKM, dan Penulis Buku “ Membaca Indonesia dari Kekuasaan, oleh dan untuk Kekuasaan")