Survei Indikator Bongkar Jurang Kepercayaan Publik: TNI dan Presiden Dipuja, DPR dan Partai Politik Ditinggal Rakyat
DETIKMERDEKA – Kepercayaan publik terhadap lembaga negara di Indonesia menunjukkan ketimpangan ekstrem. Di satu sisi, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Presiden berdiri di puncak kepercayaan rakyat. Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan partai politik justru terpuruk di dasar, ditinggalkan oleh sebagian besar warga.
Temuan ini terungkap dalam Survei Nasional Indikator Politik Indonesia yang dilaksanakan secara tatap muka pada 15–21 Januari 2026 dengan melibatkan 1.220 responden dari seluruh provinsi di Indonesia.
Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Seluruh responden merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, dan proses quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel melalui spot check lapangan.
TNI dan Presiden Tak Tertandingi
Hasil survei menunjukkan TNI menjadi lembaga paling dipercaya publik. Sebanyak 93 persen responden menyatakan percaya terhadap TNI, terdiri dari 15 persen sangat percaya dan 78 persen cukup percaya. Angka ini nyaris tanpa tandingan, sekaligus menegaskan posisi TNI sebagai institusi dengan legitimasi sosial paling kuat saat ini.
Di bawah TNI, Presiden menempati posisi kedua dengan 91 persen tingkat kepercayaan publik (15 persen sangat percaya dan 76 persen cukup percaya). Tingginya kepercayaan ini memperlihatkan publik masih menaruh harapan besar pada kepemimpinan nasional sebagai penentu stabilitas politik dan keamanan.
Penegak Hukum Masih Dipercaya, Tapi Mulai Retak
Sejumlah lembaga penegak hukum masih berada di zona relatif aman, namun retakan kepercayaan mulai terlihat jelas.
Kejaksaan Agung dipercaya oleh 80 persen responden
Mahkamah Konstitusi (MK) oleh 75 persen