Catur juga memiliki berbagai filosofi, karena tergantung kultur suatu tempat yang memandang bagaimana sebuah permainan ini. Filosofi yang terkenal di Indonesia saat ini adalah filosofi catur China, filosofi catur Jawa dan filosofi catur Timur-Tengah. Ketiga filosofi ini memiliki pandangan yang berbeda-beda, karena perbedaan budaya dan perspektif tersebut.
“Melalui olahraga diharapkan mampu menyatukan perbedaan dan mempererat kekompakan. Dengan fisik yang kuat dan pikiran yang sehat akan sangat berguna dalam memberikan motivasi untuk mendorong pencapaian kinerja yang optimal.” ujar Sunardhi Ketua RW 04 Ragunan, pensiunan pasukan elit marinir yang kini mengabdi kan hidupnya untuk masyarakat dimana ia tinggal.
Pekan Olahraga (POR) RW 04 Kelurahan Ragunan, digelar selain masyarakat bisa saling berinteraksdi langsung dimana hampir 2,5 tahun masyarakat tidak lagi berinteraksi langsung akibat pandemi covid yang melanda seluruh negeri, juga sekaligus bisa saling mengenal dan bertatap muka langsung baik anak anak maupun orang tua yang belakangan sulit bergaul secara langsung akibat kemajuan dunia teknologi digital.
“ Keep and touch yang selama ini hanya dilakukan lewat gadget dan medsos memungkinkan akhirnya warga jarang saling bertemu langsung bahkan bisa saja saling tidak mengenal,” ujar Satria Darma, sekretaris penyelenggara POR RW 04 Ragunan yang juga merupakan sekretaris RW serta ketua Komunitas Organisasi Pemuda Ragunan (ARMADA), disela sela penyelenggaraan kegiatan,
Diharapkan kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk menyegarkan jasmani namun juga membangun watak dan kepribadian masyarakat Ragunan menjadi sportif, selain juga berguna untuk menjalin dan meningkatkan kebersamaan serta kedisiplinan yang akan bermanfaat dalam mendukung dan menunjang aktifitas kinerja masyarakat yang hidup dalam komunitas heterogen disudut kota Jakarta

Sunardhi, berpesan kompetisi olahraga tidak semata-mata hanya berorientasi pada persoalan menang dan kalah atau sekadar meningkatkan kesehatan jasmani.