“Ini surprise ya, karena Pak Prabowo di tiga nama itu berada di posisi nomor dua, Ganjar nomor satu, tetapi ketika “Head to Head” kok Pak Prabowo unggul?” kata M Qodari selaku Direktur Eksekutif Indo Barometer dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, (22/3/2023) kemarin.
Prabowo Disokong Semua Kalangan
Adapun alasan mengapa Menhan RI, Prabowo Subianto itu mendapat elektabilitas paling tinggi dibandingkan dengan capres lainnya, karena posisi Prabowo yang banyak diterima oleh semua kalangan, baik dari poros kanan maupun kiri.
Prabowo, kata Qodari, tak hanya didukung oleh pendukung Jokowi tetapi juga oleh kelompok pendukung non-Jokowi. Posisinya yang berada di tengah inilah yang membuat Menhan Prabowo sangat spesial di mata publik.
“Prabowo ini posisinya di tengah-tengah, sehingga ketika calon tinggal dua, Pak Prabowo dia dapat pemilih yang anti Jokowi sekaligus yang dukung Jokowi, jadi, dapat dua-duanya. Jadi, untung besar Pak Prabowo ini," ujarnya.
Hal ini senada apa yang pernah disampaikan oleh Fahri Hamzah, jika Ganjar Pranowo merepresentasikan kemarahan kubu kaum kiri, Anies Baswedan merepresentasikan sebaliknya. Maka, Prabowo Subianto adalah simbol kaum tengah yang rasionalis.