Wacana duet pasangan antara Prabowo-Ganjar, seperti di lansir mypresident.id ini mendapat respon dari Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi. Menurutnya pertemuan antara Jokowi, Prabowo, dan Ganjar, membuktikan adanya kode kuat untuk duet Prabowo-Ganjar dari Jokowi.
Burhanuddin menjelaskan jika peluang duet Prabowo-Ganjar di Pilpres 2024 ini bisa saja terjadi. Meskipun demikian, untuk mengarah kepada wacana tersebut masih terlalu dini. Sebab katanya, wacana duet itu masih tergantung kepada konstelasi politik yang ada.
Namun, Dosen FISIP UIN Jakarta itu menilai jika memang duet Prabowo-Ganjar itu terjadi, tentu menjadi sebuah hal yang positif. Pasalnya, kata Burhanuddin, keduanya memiliki titik temu atau titik persamaan untuk berpasangan.
"Ada representasi Islam dan nasionalis. Karena bagaimanapun pendukung Prabowo masih banyak berasal dari segmen Islam. Kemudian ada representasi kombinasi antara sipil dan militer. Kemudian ada representasi kombinasi antara kepala daerah dan menteri," ungkapnya dikutip pada Selasa, (14/3/23).
"Jadi ada banyak sebenarnya titik temu yang mempertemukan kedua tokoh ini kalau seandainya mereka bersatu sebagai capres-cawapres," imbuhnya.
Diusulkan Gerindra Jateng