" Perjuangan untuk pedagang sudah diperjuangkan sebelum kami dilantik. Dari video yang ditampilkan memang Pasar Bawah lebih didahulukan, tanpa mengindahkan komisariat lainnya. Karena Pasar itu dibangun harus ada APPSI, karena pedagang tidak mau dirugikan dan ditinggalkan. Itulah APPSI rumah besar pedagang, tempat permasalahan pedagang bisa diatasi”, tegas Ida Yulita Susanti politisi Partai Golkar yang terkenal dengan mottonya Golkar Membangun Kampung.
Sementara Asisten 2 Pemkot Pekanbaru Ingot Hutasoit menyebutkan apabila APPSI ini milik partai tertentu. “ Yang saya tangkap ternyata bukan organisasi politik, tapi memang memperjuangkan nasib para pedagang. Jadi saya saya sarankan, APPSI juga harus ada koperasinya,” jelasnya
Ingot Hutasoit pun meminta agar Koperasinya APPSI dihidupkan kembali atau dibentuk lagi. " Izin melaporkan, bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru siap bersinergi dan mengembangkan UMKM berupa pinjaman, dan mari bersama mensukseskan program Pemkot Pekanbaru seperti Kesehatan, Bantuan bagi anak didik berprestasi, juga pemberian uang duka bagi warga yang meninggal dunia. Mari kita bangun suasana yang kondusif”, terang Ingot Hutasoit mewakili PJ Walikota yang tak bisa hadir
Sebelumnya berdasarkan informasi didapatkan, Ketua umum Sudaryono B. Eng, MM, MBA, dalam sambutannya menekankan agar seluruh pengurus DPD APPSI Kota Pekanbaru untuk tetap terus memperjuangkan nasib para pedagang pasar tradisional .
“Permasalahan pasar sangat amat komplek. Kenapa banyak masalah. Karena pasar ini ada sebelum Indonesia merdeka. Semangat, kompak, dan banyak kerja sehingga aspirasi tersalurkan. Walaupun Pak Probowo pernah menjadi ketua umum, juga Pak Sandi, dan selama memperjuangkan pedagang maka APPSI ada disana," urai Sudaryono