DPC LIN Kota Manado Bongkar Dugaan Pungli Dan Penyimpangan Di Lingkungan Bandara Samratulangi
Mengambil cek in lewat online ternyata Frenty Joy Siregar tidak bisa terbang ke Jakarta karena terkendala vaksin padahal baru di vaksin 2. Lantaran tidak bisa ke Jakarta karena kendala vaksin, Frenty mencari solusi yang lain dan tiba-tiba mau ke costumer service dirinya di hadang oleh calo bernama Ape biasa di panggil. " Ape" bahasanya sangat menakutkan waktu itu,
“ Bapak jangan masuk nanti kalau masuk Bapak mati konyol,” ucap Frenty menirukannya. Timbulah rasa bimbang dan was was di hati ketua DPC LIN Manado ini. “Why” ada apa ini,” dalam hati
Kemudian Frenty di ajak ke lantai dua oleh calo bernama " Ape" ke sebuah travel dan bertemu dengan tim, di situlah Dia melihat adanya transaksi di beberapa orang yang di tawarkan untuk bisa terbang walaupun tidak memiliki vaksin dengan memakai jalur tikus.
“ Tak terbayang seandainya ada seseorang yang terkena virus korona saat itu namun di nyatakan oleh pihak travel bisa terbang, bayangkan bisa berapa banyak orang yang nantinya akan terjangkit dengan virus mematikan ini. Kemudian bagaimana lagi kalau yang terjangkit tersebut seorang teroris lalu keluar bording pass bisa terbang berarti bisa lolos ke daerah tujuan dan bisa menimbulkan masalah yang lebih besar lagi,” ujar Frenty
Dengan status bisa terbang dan bukti vaksin yang tidak lengkap juga terjadinya transaksi di luar prosedur yang berlaku di bandara maupun di maskapai akhirnya Frenty Joy Siregar di nyatakan bisa terbang .