Lubang Raksasa Aceh Tengah Terus Membesar, Pakar UGM Ingatkan Risiko Longsor

February 3, 2026 - 09:00
3 dari 3 halaman

“Kemudian pada tahun 2022, kami pantau sudah mencapai 28.000, sekarang sudah di atas 30.000 meter persegi,” ujarnya. Padahal pada 2021 luasnya hanya 7.000 meter persegi.  

Dalam sepekan terakhir, longsor telah memakan badan jalan raya, menghilangkan sebagian areal perkebunan, dan mengancam rumah warga. Ikhlas menjelaskan wilayah Aceh Tengah didominasi batuan vulkanik berupa tufa dan aliran piroklastik dari formasi Geureudong. Material tersebut bersifat lepas, mudah menyerap air, dan rawan jenuh saat hujan. Siklon Tropis Senyar pada akhir November 2025 disebut mempercepat pergerakan longsoran.  

Ikhlas menyarankan penguatan tebing, penanaman vegetasi, serta perubahan jalur drainase untuk mencegah longsor meluas. Jalan alternatif kini dibuat di sisi kanan jalan karena jalur utama sudah terputus.  

PLN juga memindahkan tower SUTET berkapasitas 150 kilovolt sejauh 150 meter dari lokasi rawan bencana. Proses relokasi menggunakan *emergency tower* berlangsung 3,5 jam dan menyebabkan pemadaman listrik sementara.  

Pemerintah daerah masih melakukan pemantauan intensif. Fenomena lubang raksasa ini menjadi perhatian serius karena terus berkembang dan berpotensi mengganggu akses jalan serta pemukiman warga di Aceh Tengah.[]  
 

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.