Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian investor, kata dia, adalah keseriusan pemerintah menangani praktik korupsi.
“Tapi harus juga kondisi dan iklim investasi diperbaiki, terutama isu keseriusan penanganan korupsi. Karena investor juga akan mempertimbangkan risiko bisnis dan keamanan (country risk) termasuk masalah-masalah korupsi,” jelasnya.
Minat investasi asing masih kuat di sejumlah sektor. Ragimun menyebut manufaktur, pengolahan logam dasar, telekomunikasi, dan pertambangan sebagai magnet utama.
Realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun. Industri logam dasar menyumbang Rp262 triliun, transportasi dan telekomunikasi Rp211 triliun, pertambangan Rp199,6 triliun, jasa lainnya Rp170,5 triliun, serta perumahan dan kawasan industri Rp140,4 triliun.
“Sektor yang diminati investor masih di sekitar sektor manufaktur, pengolahan logam dasar, telekomunikasi, dan sektor pertambangan,” katanya.