Evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat TNI dan Polri. Medan licin dan berisiko tinggi membuat black box direncanakan diangkut menggunakan helikopter ke posko utama sebelum diterbangkan ke Jakarta.
Black box terdiri dari dua komponen. Flight Data Recorder (FDR) merekam data teknis seperti kecepatan, ketinggian, dan kinerja mesin. Cockpit Voice Recorder (CVR) menyimpan percakapan terakhir pilot di kokpit.
Setibanya di Jakarta, KNKT akan segera mengunduh data dari perangkat. Proses diperkirakan memakan waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu, bergantung pada kondisi fisik perangkat yang mengalami benturan hebat.
Penemuan black box memberi kelegaan bagi keluarga korban dan manajemen maskapai. Data objektif diharapkan membuka penyebab kecelakaan secara transparan.