Produksi Air Bersih Di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

January 20, 2026 - 17:42
2 dari 3 halaman

Koagulasi bertujuan untuk menggumpalkan partikel-partikel kecil yang masih terdapat dalam air. Pada proses koagulasi, bahan kimia tertentu ditambahkan ke dalam air. Partikel halus yang menggumpal akibat koagulasi akan lebih mudah dipisahkan.

Efektivitas koagulasi sangat berpengaruh terhadap kejernihan air. Hasil koagulasi selanjutnya diproses melalui sedimentasi.

Sedimentasi merupakan proses pengendapan kotoran di dasar bak pengolahan. Melalui sedimentasi, partikel berat hasil koagulasi dapat terpisah dari air.

Kejernihan air meningkat seiring berlangsungnya sedimentasi. Proses sedimentasi membantu memperbaiki kualitas air sebelum tahap akhir. Setelah sedimentasi, air akan menjalani proses desinfeksi.

Desinfeksi dilakukan untuk membunuh mikroorganisme berbahaya yang masih terdapat dalam air. Dalam proses desinfeksi, zat pembunuh kuman seperti klorin digunakan. Air yang telah melalui desinfeksi menjadi lebih aman untuk digunakan.

Keberhasilan desinfeksi sangat penting bagi kesehatan masyarakat. Setelah desinfeksi, kualitas air perlu dipastikan melalui pengujian air.

Pengujian air dilakukan secara rutin untuk memastikan air tetap aman digunakan.

Parameter fisik, kimia, dan biologis diperiksa dalam pengujian air. Hasil pengujian air digunakan sebagai dasar evaluasi proses pengolahan. Jika ditemukan masalah, pengujian air membantu PDAM melakukan perbaikan.

Pelaksanaan pengujian air membutuhkan peralatan yang memadai.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.