Bulog menyiapkan perencanaan sejak dini, mengintensifkan koordinasi lapangan, serta mempercepat proses serapan hasil panen. Rizal menekankan sinergi dengan Polri sangat krusial.
“Kehadiran aparat di lapangan membantu pengawasan, pendampingan petani, serta kelancaran distribusi sehingga penyerapan jagung dapat berjalan efektif,” ujarnya.
Melalui Rakernas, Rizal berharap strategi terbaik segera diterapkan agar target 2026 tercapai. Ia menekankan swasembada pangan harus berlanjut dan kesejahteraan petani jagung meningkat signifikan.
Bapanas mencatat produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen di 2025 mencapai 16,11 juta ton. Angka itu naik 6,44 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 15,14 juta ton.