Febri menegaskan Kemenperin menjaga keberlanjutan ekspansi manufaktur melalui penguatan pasar domestik, jaminan energi dengan harga kompetitif, perlindungan impor lewat SNI, serta dukungan teknologi dan hilirisasi berbasis sumber daya lokal.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami mendukung langkah-langkah tegas yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat struktur industri nasional serta melindungi pelaku usaha dalam negeri dari berbagai tekanan global, seperti banjir impor dari Tiongkok dan dampak tarif resiprokal AS,” ungkapnya.
Kondisi makroekonomi turut menopang stabilitas industri. Inflasi terjaga di level 2,86 persen (yoy). Penjualan eceran September tumbuh 3,7 persen (yoy). Indeks Keyakinan Konsumen Oktober naik ke 121,2. Indeks PMI S&P Global Manufaktur Indonesia mencapai 51,2, menandakan ekspansi tiga bulan berturut-turut.
“Penguatan permintaan domestik ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan aktivitas industri, sekaligus menunjukkan kepercayaan masyarakat dan dunia usaha yang terus meningkat. Kemenperin optimis dapat menarik lebih banyak investasi ke sektor manufaktur, khususnya investasi asing. Kami telah menyiapkan berbagai fasilitas fiskal, nonfiskal, dan kawasan industri untuk mendukung percepatan tersebut,” tutup Febri.[]