Qatar Economic Forum 2024, Presiden Terpilih Prabowo: Saya Yakin Saya Bisa Memberikan Kontribusi Besar Untuk Indonesia
Qatar Economic Forum 2024, Presiden Terpilih Prabowo: Saya Yakin Saya Bisa Memberikan Kontribusi Besar Untuk Indonesia
DETIKMERDEKA.COM,- Dalam Qatar Economic Forum 2024 Presiden Terpilih Prabowo Subianto dalam kesempatannya mengungkapkan prioritas kebijakannya di pemerintahan Prabowo - Gibran dialog tersebut seperti di paparkan dan berikut penyampaiannya
1.Prioritas Kebijakan Prabowo mengungkapkan prioritas atau fokus kebijakan yang akan dia ambil selama menjabat sebagai Presiden RI 2024-2029.
Dia mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membangun fondasi yang kuat dan saya bertekad untuk membangun fondasi tersebut dan fokus utama saya adalah ketahanan pangan, ketahanan energi, menurunkan angka kemiskinan, serta hilirisasi dan industrialisasi.
"Semua ini membutuhkan tata kelola yang baik. Saya bertekad untuk mengurangi korupsi, pemborosan dan dengan itu kami sangat percaya diri, kami sangat optimis, kami sangat bertekad untuk mewujudkan semua ini," ujar Prabowo.
2. Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Setelah itu, Prabowo mengumumkan bahwa dirinya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melesat menjadi 8% di era kepemimpinannya.
Bahkan, Prabowo mengatakan target PDB 8% dapat dicapai dalam waktu 2-3 tahun saja.
"Saya sangat percaya diri, saya telah berbicara dengan para ahli, saya telah mempelajari angka-angkanya, saya sangat yakin kami dapat dengan mudah mencapai delapan% dan saya bertekad untuk melampauinya," ungkap Prabowo
3. Hilirisasi Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%, Prabowo mengatakan pemerintah akan melanjutkan kebijakan hilirisasi yang dimulai oleh Jokowi.
Menurutnya, hilirisasi akan memakan waktu beberapa tahun. Di sisi lain, lanjutnya, hal yang akan menjadi pendorong pertumbuhan di tahun-tahun pertama adalah konsentrasi pada sektor pertanian, produksi pangan, distribusi pangan dan energi.
Prabowo ingin Indonesia mengusung green economy dengan cara yang sangat cepat. Dia bahkan ingin memproduksi diesel dari minyak kelapa sawit dan ini akan menjadi pendorong pertumbuhan yang sangat kuat.
"Kami mengimpor US$20 miliar setiap tahun untuk minyak diesel, jadi dapatkah Anda bayangkan penghematan yang akan kami dapatkan jika kami beralih ke bahan bakar nabati?" tuturnya.
Ketika ditanya apakah hilirisasi merupakan kebijakan proteksionalisme, Prabowo menjawab ada kesalahan persepsi.
Dengan menerapkan hilirisasi, Indonesia tidak proteksionis. Justru, Prabowo mengungkapkan hal itu sangat logis. Pasalnya, setiap negara di dunia akan memperjuangkan atau melindungi kepentingan inti nasional rakyatnya dan dia berpikir bahwa Indonesia ingin melakukan industrialisasi dan itu adalah sumber daya alam RI.
"Kami harus melindungi kepentingan masyarakat dalam arti bahwa Indonesia harus mendapatkan nilai penuh.
Kami tidak bisa terus mengimpor barang-barang industri sepanjang waktu, itu tidak adil bagi rakyat.
Kami tidak akan menjadi masyarakat industri yang maju jika hanya menjadi produsen bahan mentah," tegas Prabowo.
4. Makan Siang Gratis
Bagaimana cara Prabowo melaksanakan program makan siang dan susu gratis, tanpa harus menaikkan defisit APBN yang dibatasi 3%. Prabowo pun menjawab bahwa timnya telah mempelajari kebutuhan program makan siang dan susu gratis.