Di jalan HOS Cokroaminoto atau jalan Ciledug Raya juga ramai lancar, kecuali depan pasar, trotoar yang biasa untuk jalan orang , barangkali dimaklumi juga saat ini dipenuhi meja meja pedagang yang cukup padat, adapun meja meja pedagang yang sedikit ramai pembeli adalah meja pedagang daging. Alhamdulillah juru parkir sangat gesit untuk mengurai kemacetan ria, karena harus mengatur pengunjung, pedagang dan mengatur motor yang diparkir di tepi jalan didepan meja meja pedagang, walaupun ada beberapa pengunjung yang tidak mau parkir namun tetap berada di motor sambil berbelanja.
Di jalan Raden Fatah juga ramai lancar kecuali di depan pasar Lembang, disitu ada 2 pasar tradisional yang saling bersebrangan dan biasa trotoarnya terpakai oleh meja meja lapak. Jika kita menghadap ke arah Ciledug, disebelah kanan selain pasar tradisional terdapat juga terminal bus antar propinsi yang cukup besar, bus apa saja ada, dengan berbagai jurusan.
Kemacetan semakin kraudit mana kala bus lintas propinsi keluar dari terminal, karena harus memotong jalan 2 arah baik ke kiri ke arah Jombang atau ke kanan ke arah Ciledug.
Dampaknya bercampur baur dengan kendaraan arah ke Ciledug, arah ke Jombang, para pedagang, orang belanja dan parkir motor serta bus lintas propinsi yang mau berangkat dan memotong 2 jalur yang biasanya harus beberapa kali maju mundur.
Terminal Lembang sudah cukup lama keberadaannya dan sangat membantu masyarkat yang mau berpergian.