Lebih jauh, mantan Kapolres Sragen dan Kapolres Metro Jakarta Utara ini menjelaskan arti pentingnya kemampuan personil dalam melakukan slice and dice potensi resiko dalam setiap aspek kegiatan atau penugasan.
Dia juga menyampaikan bahwa dalam Polri ada value dengan Tribrata sebagai pedoman hidup dan Catur Prasetya sebagai pedoman kerja.
"Antara Tribrata dengan Catur Prasetya ini secara sistematis dan hirarkis terhubung. Tribrata digagas oleh para akademisi Polri Tahun 1953 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Disisi lain Catur Prasetya dijadikan paradigma moral seorang Bhayangkara Negara,” jelas Susetio.

Selanjutnya, ia menambahkan, sebagai organisasi publik salah satu cirinya yaitu turut serta dalam menggerakkan roda pemerintahan dan roda perekonomian. Karena itu, seorang leader harus mau dan mampu menganalisa dan menilai resiko agar pencapaian goal tersebut tidak gagal.
"Dalam penilaian resiko selalu lakukan pertanyaan 4 W (4 What)," imbuhnya.