Sebelum menuju pantai ulakan jalurnya melewati masjid tua cagar alam Syech Baharuddin, di wilayah Ulakan Tapakis ada makam Syekh Baharuddin yang merupakan tokoh ulama besar di wilayah Sicincin Padang. Untuk kebutuhan ziarah disekitar makam Syekh Baharuddin di bangun surau surau oleh masing warga desa untuk penginapan dan sholat. Di tempat yang berbeda ada juga masjid Agung Syekh Baharuddin nan cukup indah dan besar.
Ojek ria akhirnya menuju air terjun Lembah Anai. " rekan saya bukan hanya mengantar tapi juga sepanjang perjalanan menjelaskan nama nama wilayah yang ditelusuri sekaligus sebagai fotografer, terima Kasih Ojek ria," cetusku
Kembali lagi menikmati secangkir kopi untuk kemudian menyusuri wilayah Bukit Tinggi hingga ke Padang disarankan untuk menaiki kendaraan umum,
Besok hari dari surau Batu Sicincin berjalan kaki menuju terminal Sicincin, kemudian naik mobil ELF menuju Bukit Tinggi untuk berswafoto di Jam Gadang, diperjalanan berbincang dengan penumpang sejurusan, disarankan untuk turun di Jambe Aiye dilanjutkan naik angkot berwarna merah menuju ke Jam Gadang
Tiba di Jambe Aiye ternyata nama daerahnya Jambu Air (geli sendiri mendengarnya). Dan sebelum Jam Gadang akan melewati Taman Monumen Proklamator Bung Hatta, Istana Bung Hatta, monumen perjuangan dan beberapa delman untuk berwisata. Namun disayangkan saat di Jam Gadang tidak bisa dimasuki karena lantaran sedang direnovasi.

Kemudian dari jam Gadang terus menuju Pasar Bawah untuk melakukan sholat Jum'at di mesjid Ijtihat Ateh Tambua, kemudian melanjutkan naik kendaraan umum ELF menuju ke pantai di Padang
Hingga kembali disarankan untuk turun di Basko kemudian menyambung angkot atau ojek ria. Saat tiba di Basko banyak penawaran dari para Ojek Ria, menawarkan diri untuk diantar ke Mesjid Raya Padang yang kemudian menyusuri pinggiran pantai yang sangat panjang dengan berbagai nama dan panoramanya yang indah, sampailah di mesjid Al Hakim persis dipinggir Pantai.
Sholat Ashar dilakukan di mesjid Al Hakim, dilanjutkan menikmati Deru ombak pantai, buka puasa bersama, tarawih bersama, tidur di mesjid, saur bersama, subuh bersama.
Bada subuh berdiskusi dan beramah tamah dengan beberapa jamaah, bagaimana cara menuju Basko, mereka menyarankan karena masih pagi belum ada angkot, bisa jalan kaki menuju pasar raya, dan sebelum pasar raya naik angkot namun tidak turun di Basko supaya tidak terlalu lama menunggu ELF penuh, diputuskan turun di stasiun kereta api Tabing dan sampai juga di pasar Sicincin.
Di daerah Ladang Laweh mencoba untuk ber jalan jalan , ke penggilingan padi, mandi di sungai melihat pembangunan jalan toll, persawahan, makam dan melewati luasnya lahan perkebunan warga, lalu ber buka puasa dan bersantap sahur di warung.