Perjalanan Tim Redaksi Detik Merdeka Di Padang Pariaman

March 22, 2024 - 04:01
Foto Dok: Istimewa
2 dari 3 halaman

Sebelum menuju pantai ulakan jalurnya melewati masjid tua cagar alam Syech Baharuddin, di wilayah Ulakan Tapakis ada makam Syekh Baharuddin yang merupakan tokoh ulama besar di wilayah Sicincin Padang. Untuk kebutuhan ziarah disekitar makam Syekh Baharuddin di bangun surau surau oleh masing warga desa untuk penginapan dan sholat.  Di tempat yang berbeda ada juga masjid  Agung Syekh Baharuddin nan cukup indah dan besar.

Ojek ria akhirnya menuju air terjun Lembah Anai. " rekan saya bukan hanya mengantar tapi juga sepanjang perjalanan menjelaskan nama nama  wilayah yang ditelusuri  sekaligus sebagai fotografer, terima Kasih Ojek ria," cetusku

Kembali lagi menikmati secangkir kopi untuk kemudian menyusuri wilayah Bukit Tinggi hingga ke Padang disarankan untuk menaiki kendaraan umum,

Besok hari dari  surau Batu Sicincin berjalan kaki menuju terminal Sicincin, kemudian naik mobil ELF menuju Bukit Tinggi untuk berswafoto  di Jam Gadang, diperjalanan  berbincang dengan penumpang sejurusan, disarankan untuk turun di Jambe Aiye dilanjutkan naik  angkot berwarna merah menuju ke Jam Gadang

Tiba di Jambe Aiye ternyata nama daerahnya Jambu Air (geli sendiri mendengarnya). Dan sebelum Jam Gadang akan melewati Taman Monumen Proklamator Bung Hatta, Istana Bung Hatta, monumen perjuangan dan beberapa delman untuk berwisata.  Namun disayangkan saat di Jam Gadang tidak bisa dimasuki karena lantaran sedang direnovasi.

Kemudian dari jam Gadang terus  menuju Pasar Bawah untuk melakukan sholat Jum'at di mesjid Ijtihat Ateh Tambua, kemudian melanjutkan naik kendaraan umum ELF menuju ke pantai di Padang

Hingga kembali disarankan untuk turun di Basko kemudian menyambung angkot atau ojek ria. Saat tiba di Basko banyak  penawaran  dari para Ojek Ria, menawarkan diri untuk diantar ke Mesjid Raya Padang yang kemudian menyusuri pinggiran pantai yang sangat panjang dengan berbagai nama dan panoramanya yang  indah,  sampailah di mesjid Al Hakim persis dipinggir Pantai.

Sholat Ashar dilakukan di mesjid Al Hakim, dilanjutkan menikmati Deru ombak pantai, buka puasa bersama, tarawih bersama, tidur di mesjid, saur bersama, subuh bersama.

Bada subuh berdiskusi dan beramah tamah dengan beberapa  jamaah, bagaimana cara  menuju Basko, mereka menyarankan karena masih pagi belum ada angkot, bisa jalan kaki menuju pasar raya, dan sebelum pasar raya naik angkot namun tidak turun di Basko supaya tidak terlalu lama menunggu  ELF penuh, diputuskan  turun di stasiun kereta api Tabing  dan sampai juga di pasar Sicincin.

Di daerah Ladang Laweh mencoba untuk ber jalan jalan , ke penggilingan padi, mandi di sungai  melihat pembangunan jalan toll, persawahan, makam dan melewati luasnya lahan perkebunan warga, lalu ber buka puasa dan bersantap sahur di warung.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.