Sebelumnya, dalam Dialog Capres Bersama Kadin Indonesia di Djakarta Theater, pekan lalu, Prabowo sempat mencurahkan keresahannya terhadap kinerja perusahaan pelat merah alias BUMN.
Sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo pernah mengundang BUMN untuk mengerjakan beberapa proyek pembangunan kampus dan rumah sakit militer. Dia mengaku kecewa dengan biaya dan waktu yang ditawarkan BUMN tersebut.
" Saya undang pertama adalah BUMN, saya tidak sebut BUMN mana, nanti tidak enak. Dia kasih anggaran tinggi banget, padahal saya juga sebelum masuk pemerintah, saya pengusaha juga, jadi agak mengerti dikit-dikit, kok ini mahal banget?" kata Prabowo.
Dalam hal ini, Prabowo menyebutkan tahun ini Kementerian Pertahanan akan membangun 3 kampus baru dari total 8 kampus unggulan. Selain itu, rumah sakit militer terbesar di Asia Tenggara yang akan segera diresmikan Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat.
Untuk membangun proyek itu, dia membandingkan penawaran dari BUMN dan swasta. Menurut Prabowo, swasta lebih efisien dalam hal biaya, serta dengan waktu yang lebih cepat dari penawaran BUMN.