Rully Chairul Azwar : Masalah Royalti Pencipta Lagu Harus Ikuti Aturan Bila Tidak Relevan Perbaiki dan Evaluasi
Bila karya itu adalah sebuah lagu, dipikirkan dan dipilah pilah mana yang digunakan untuk kepentingan negara (lagu wajib kebangsaan), lagu identitas daerah untuk memperkaya budaya hingga lagu lagu yang bersifat hiburan atau komersil.
Lembaga yang ditunjuk dan disahkan pemerintah pun ikut memikirkan penggunaan penggunaan lagu tersebut terutama lagu yang bersifat komersil. Apakah digunakan atau dibawakan untuk live (off air) atau yang memutarkan lagu untuk diperdengarkan di radio,tv, bar,karoke, restauran, cafe, RS, hotel, mall dllnya.
Terkait UU hak cipta menurut Rully dari tidak ada menjadi ada, disaat ia menjabat Ketua Komisi X.
Karena kala itu banyak pencipta lagu kehidupannya sulit dan sengsara dan banyak juga kekisruhan terjadi.
Itu sebab untuk membantu menengahi permasalahan itu dibuatlah UU Hak Cipta untuk membantu khususnya para seniman agar lebih sejahtera dan yang terpenting masyarakatpun dapat menghargai jerih payah orang lain dari apa yang sudah diciptakan, baik lagu, film,novel, dllnya terkait akan hak yang telah diciptakan.

“Aturan yang ada gunakan dulu. Bila sekarang dianggap tidak lagi relevan gunakan saluran yang ada dan berikan usulan atau masukan apa yang dianggap kurang mewakili para pencipta. Dan bila dalam aturan tersebut pincang dan kurang berjalan dengan semestinya rubah aturannnya dulu. Jangan lakukan tindakan yang tidak ada dalam aturan. Karena perbuatan itu melawan aturan,“ ujar Rully ketika ditemui awak media detikmerdeka, Jumat, 5 Januari 2024, di kantornya The CEO Building Jl TB Simatupang Jakarta Selatan.
Jika aturan aturan tedahulu tidak lagi relevan dengan jamannnya, maka buatlah usulan akan pola baru yang lebih relevan sesuai jaman, semisal membuat sistem yang lebih canggih memonitize karya karya yang digunakan dimana pun dan untuk apapun.
Apalagi sekarang semua aktifitas kebanyakan didunia siber yang perkembangan informasinya sangat cepat dan dapat lebih mudah mentelusuri lewat aplikasi dan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pencipta lagu.
“Jaman dulu semua serba analog, ditagih ketiap tiap pengguna seperti restaurant,bar, karoke dll sulit mendapat pembuktian real. Nah Jaman kini semua serba komputer risk bisa memungkin lebih cepat dan mudah mendeteksinya,” ujar Rully yang meyakinkan semua masalah bisa terdeteksi dan lebih efektif ketimbang dijaman analog.
Rully menambahkan, di negara hukum, semua warga negara apapun profesinya harus taat terhadap aturan hukum yang berlaku. Saat ini dalam aturan sudah ada lembaga/ asosiasi yang menjalankan aturan aturan yang dibuat, baik dari urusan menghimpun pendapatan atau mengkolektif pendapatan terkait royalti.