Uchok juga prihatin dengan banyaknya caleg yang masih 'hijau' di dunia politik, dipaksakan maju demi memenuhi kuota pencalonan oleh partainya. Akibatnya, kata dia, proses seleksi caleg ibarat membeli kucing dalam karung. Bila persoalan ini dibiarkan maka banyak daerah tidak akan produktif dan bisa timbul banyak masalah didaerah. Pemerintahan daerah bermasalah otomatis pusat akan kena imbasnya.
Sementara itu, menurut Prof Djohermansyah Djohan,Guru Besar IPDN mantan Dirjen OTDA 2014, dalam wawancara via telepon ( 26/12/2023), dirasakan memang perlu masyarakat dilibatkan secara pro aktif komunitas pemilih apalagi pemilih milineal yang cukup kritis dan memiliki rasionalitas yang baik, agar tidak hanya mengenal calegnya saja, namun bisa memahami visi ,misi yang diusung agar jelas kompetensi caleg sekaligus mengetahui kontrak politik bagi wilayah dapilnya.
“Milenial itu kan juga swing Vooter,dimana keberadaan swing voters dan undecided voters perlu dipertimbangkan oleh para peserta pemilu 2024. Bagi pemilih Milenial yang rasional tentu mana yang menarik dan cukup kompeten disitu akan menjadi perhatian mereka,” ujar Djohermansyah yang menyetujui dilakukan uji kompetensi langsung oleh masyarakat milenial di wilayah pemilihan para calegnya.
Djohermansyah menambahkan, karena aktifitas literasi dan info milenial banyak diruang cyber/internet baik itu medsos atau media online dalam mencari berbagai informasi.Debat terbuka yang didokumentasikan via live streaming atau informasi digital lain bisa jadi daya tarik berbeda ketimbang kampanye komunikasi satu arah tatap muka dilapangan.
Hal ini yang akan bisa saja menguntungkan perolehan suara para caleg dari para pemilih milenial yang cukup mendominasi DPT di pemilu 2024.
“Bila Caleg ikut debat secara langsung itu baru, caleg rasa presiden. Karena KPU hanya menyelenggarakan debat hanya untuk presiden. Semoga 5 tahun kedepan KPU dapat menghadirkan program debat seperti yang diusung kader Golkar Jakarta Selatan yang sedang di wacanakan bisa menjadi pilot project pileg mendatang,” ujar Mudy Taylor (29/12/2023), komika senior dan berbakat yang rencana ikut berpartisipasi dalam program Demi Caleg di pertengahan Januari 2024 nanti