Edi Rodiyanto, mengajak kader kader golkar lainnya dalam dapil wilayahnya atau secara khusus wilayah Jakarta, baik level caleg DPR-RI maupun DPD mewakili dapil Jakarta ikut serta dalam forum debat tersebut agar dikenal langsung para masyarakat pemilih sekaligus menunjukan integritas dan kecakapannya dalam menyelesaikan masalah didaerah pemilihannya bila kelak terpilih nanti.
Hal senada pun di ungkapkan Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadafi menanggapi ramainya persoalan caleg yang tidak jelas kompetensi dan kelayakannya menjadi seorang caleg. Forum Debat Caleg terkait visi misi adalah hal yang memperjelas kecakapan caleg dalam menangani aspirasi rakyat di wilayah pemilihannya sekaligus menjadi fit and proper test pemilih milenial yang cukup kritis menyikapi permasalahan yang ada.
“Generasi Muda adalah generasi penerus bangsa. Wajar mereka mendapat porsi panggung yang cukup dalam mengungkap uneg uneg dan permasalahan yang ada, agar visi misi caleg sejalan dengan kontrak politik yang ditawarkan pada masyarakat pemilihnya,” kata Uchok Sky (29/12/2023) ,saat ditanya wartawan ketika melakukan brainstorming politik dengan salah satu kader Golkar Jakarta Selatan dikawasan TB Simatupang Pasar Minggu Jakarta Selatan.
Menurut Uchok Sky keprihatinan terhadap kualitas caleg membuat masyarakat gamang menentukan pilihan. Saat ini pengenalan caleg hampir disemua wilayah hanya memasang baliho dan spanduk. Alat peraga berups baliho dan spanduk bukan lah representasi maksimal yang dilakukan untuk dikenal para pemilihnya.
Masyarakat pemilih sudah pintar. Kampanye dengan cara money politik atau sembako pun belum tentu menentukan caleg dipilih. “Diterima sumbangan dan sembako iya, tapi pemilih rasional belum tentu pilih calegnya,” ujar Uchok melihat fenomena pasca reformasi khususnya ketika permilihan langsung dilaksanakan langsung sejak 2004 mulai ramai kekisruhan penyelenggaraan kampanye terjadi dimana mana.
Anggaran pemilu tiap 5 tahun melonjak, namun kualitas pemilu makin amburadul. Cost tinggi bagi para kontestan membuat bursa pemilihan banyak diramaikan orang orang atau oknum penyelenggara pemilihan sebagai broker pemenangan pemilu lewat jalur jalur tidak etis.
“Pengawasan terkait pemilihan langsung yang jurdil itu hanya tinggal cerita isdapan jempol. Bukan rahasia banyak broker pemilu bermain. Kalo sudah begitu fungsi dan peran pengawasan pemilu dibawah Bawaslu semakin luntur. Bila perlu Bubarkan saja Bawaslu !,” ujar Uchok Sky melihat penyelenggaraan mutu pemilu semakin tidak berkualitas.
Program debat visi misi para caleg adalah salah satu program yang perlu di hadirkan KPU, agar masyarakat pemilih bisa membuat kriteria caleg yang akan dipilih sehingga bisa melakukan seleksi terhadap calon yang ada pada hari pemungutan suara.
Pilihan harus dibuat pertimbangan jauh-jauh hari dan pemilih juga punya hak menguji kualitas orang yang menerima amanah rakyat. “ Kalau baru menentukan pilihan pada hari pemungutan, saya yakin tidak akan mendapatkan calon yang berkualitas. Debat Caleg sangat jelas dapat melihat, mendengar dan menilai kontestan Caleg layak atau tidak untuk dipilih." Tambah Uchok.