Gibran Effect

December 3, 2023 - 17:55
Foto Dok: Istimewa
2 dari 3 halaman

Gibran bukan saja menjadi gunjingan politik positif di mana kalangan anak muda dibuka jalan politiknya, tetapi juga menjadi sosok kontroversi di mana Gibran juga dianggap sebagai dampak lanjutan dari apa yang disebut sebagai Jokowi effect. 

Dalam konteks ini, Jokowi effect dapat dilihat dari dominasi partai politik yang masih berpihak pada Jokowi, kemudian dua putra Jokowi mendapat posisi strategis, yang satu jadi cawapres dan yang satunya lagi menjadi ketua umum partai politik yang bernama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dalam cuaca demokrasi yang makin tak menentu di Indonesia hari ini, dinasti politik justru tampil seperti dua sisi mata pisau, yang satu sisi mungkin saja sebagai teguran bahwa demokrasi Indonesia terlalu liberal, atau di lain sisi satunya lagi tampil sebagai solusi untuk politik campuran yang bernama demokrasi-dinasti.

Lagi-lagi jalan politik yang ditempuh Gibran hari ini merupakan sutau yang belum tentu salah dan belum tentu benar seutuhnya, masih dalam koridor politik. Tampilnya Gibran di panggung politik nasional telah menambah getar politik bagi para politisi senior seperti Cak Imin, Mahfud MD dan seterusnya. 

Dalam ruang diskursus efek Gibran ini telah membelah pandangan bahwa ada anggapan Gibran dituding sebagai sosok produk politik instan, sekaligus juga dianggap sebagai sosok politik wajah baru karena magnet politik yang melekat pada dirinya. Apakah magnet politik itu ia dapat menjadi sebagai “reinkarnasi” politiknya Jokowi atau sebagai reprensentasi politik kaum muda seperti generasi milenial, gen-Y hingga gen-Z.  

Sebagai cawapres, kontroversi Gibran terus bergelombang di jagad politik Indonesia hari ini, bahkan diprediksi jika pasangan Prabowo-Gibran dapat memenangkan pilpres 2024, maka sosok Gibran untuk menjadi capres selanjutnya sungguh potensial. 

Artinya efek Jokowi akan berlanjut ke efek Gibran, bahkan ke depan semakin samar-samar melihat adakah perbedaan antara efek Jokowi dengan efek Gibran, atau justru menyatu menjadi konsep dan taktik politik baru di kemudian hari. 

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.