Jokowi, Prabowo dan Kegusaran PDIP

November 4, 2023 - 13:44
Foto Dok: Istimewa
2 dari 3 halaman

Misalnya seperti sejarah lahirnya partai Gerindra dan Nasdem sebagai eks partai Golkar. Lebih mencolok dari fakta politik trah Jokowi ini adalah Jokowi tidak mengambil sikap menciptakan regenerasi politiknya melalui partai politiknya sendiri

Jauh berbeda dengan partai Demokrat yang masih kental dengan membentang karpet merahnya untuk AHY, demikian juga dengan PDIP yang masih berorientasi pada memposisikan Puan Maharani sebagai aktor kunci di masa depan dalam tubuh PDIP

Sederhananya, dengan pendulum kekuasaan yang masih dikendalikan oleh Jokowi saat ini, besar kemungkinan PDIP akan mengalami remuk dalam setelah trah Jokowi dianggap telah bermain serong dengan fakta bahwa anak-anak Jokowi tidak satupun mendukung pasangan capres dan cawapres yang diusung PDIP

Kekentalan politik kekuasan semakin pekat di Indonesia, tepatnya pekat kelam. Perencanaan politik lima tahunan selalu dilengkapi dengan sederet perencanaan alternatif

 Kecanggihan politik Jokowi mengakibatkan berbagai elite penting dan partai-partai besar juga merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) versi Prabowo-Gibran

Kecanggihan politik Jokowi tersebut kemudian disambut dengan kelenturan politik Prabowo untuk sama-sama bergandengan tangan dengan Jokowi menuju pilpres 2024

Tidak hanya itu, di barisan KIM juga diperkuat dengan keberadaan dua presiden RI pada masanya, yaitu, Jokowi dan SBY. Atas situasi dan cara main berpolitik seperti hari ini tentu kemungkinan Prabowo-Gibran akan lebih berpeluang menang di pilpers 2024

Politik tanpa etis meurupakan suatu yang tergilas oleh realitas politik itu sendiri, demikian juga dengan sikap politik dan benturan kepentingan apapun pada akhirnya akan mengerucut atasnama kekuasaan

Politik oposisi barangkali tidak akan lagi mengusik kekuasaan secara serius. Perjalanan politik Indonesia ke depan akan terus terbuka dipraktikkan seperti politik yang dimainkan oleh Jokowi hari ini

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.