Diakui atau tidak, media sosial dan berbagai platform transaksi online telah mampu mempengaruhi watak, karakter, sikap hingga cara pandang generasi tertentu. Sehingga tidak heran bagi kita saat melihat fenomena semakin meningkatnya transaksi keuangan secara e-commerce dari pada bertransaksi secara manual.
Sementara itu, keberadaan pasar tradisional yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia cenderung masih melakukan transaksi secara manual. Padahal saat ini sejauh apapun wilayahnya, di pelosok manapun rumahnya, warga cenderung aktif berbelanja secara online. Jadi, dari fakta ini dapat dipahami bahwa faktor ilmu pengetahuan, umur, jarak wilayah bukan menjadi penghalang untuk tidak melakukan transaksi secara online.
Dalam konteks inilah sejatinya kajian ini diutarakan untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia agar tetap mampu berhitung secara bijaksana saat menghadapi gelombang perubahan gaya berbelanja di republik ini. Sehingga nantinya pasar tradisional yang awalnya menjadi tumpuan ekonomi rakyat justru berubah menjadi tumpuan mandeknya perekonomian rakyat.
Untuk itu, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) terus mendorong agar adanya bidang khusus dari pemerintah (setara kementerian) untuk fokus memperhatikan nasib dan perkembangan pasar tradisional di seluruh Indonesia.
Tentunya dorongan ini bermuatan bagaimana ekonomi kerakyatan tetap dijamin dan tidak lepas dari kontrol pemerintah.
Oleh : Zulfata ( Kepala Kajian Strategis DPP APPSI)