Amran menambahkan kerja keras berbagai pihak membuat swasembada pangan bisa tercapai lebih cepat dari target empat tahun.
“Mimpi kita adalah seluruh komoditas pertanian kita hilirisasi. Hentikan impor, dorong ekspor barang jadi. Kita ingin memengaruhi dunia, menjadi lumbung pangan dunia, dan memastikan petani Indonesia sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, menilai industri pupuk sebagai instrumen strategis menjaga kedaulatan pangan.
“Sejak awal, bangsa ini menegaskan satu prinsip mendasar, Indonesia tidak boleh menggantungkan pangan dari bangsa lain. Karena itulah industri pupuk dibangun sebagai instrumen strategis negara untuk memastikan sawah tetap ditanami, petani terus berproduksi, dan kedaulatan pangan bangsa tetap terjaga,” katanya.
Menurut Siti Hediati Hariyadi, revamping Pabrik-2 bukan sekadar pembaruan teknologi.
“Melalui teknologi modern, efisiensi energi dan gas alam dapat ditingkatkan serta emisi ditekan hingga sekitar 110 ribu ton CO₂ ekuivalen per tahun. Ini membuktikan bahwa pembangunan industri dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.