Mentan Pastikan Rehabilitasi Lahan Banjir Berjalan Cepat di Aceh

January 15, 2026 - 18:39
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berdialog dengan petani di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/1/2026)
2 dari 3 halaman

Kunjungan Mentan didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, anggota Komisi IV DPR RI, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta pejabat lain. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah turut hadir.

Data Kementerian Pertanian mencatat sawah terdampak bencana di Aceh mencapai 54.233 hektare tersebar di 21 kabupaten/kota. Rinciannya, rusak ringan 23.893 hektare, rusak sedang 8.759 hektare, rusak berat 21.851 hektare.

Tahap awal rehabilitasi dilakukan seluas 13.707 hektare, terdiri atas Aceh 6.530 hektare, Sumatera Utara 6.593 hektare, dan Sumatera Barat 3.624 hektare. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,49 triliun dari APBN 2026 serta mengusulkan tambahan Rp5,1 triliun untuk mempercepat pemulihan.

Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, luapan sungai, dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Daerah terdampak antara lain Aceh Tamiang, Agam, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Data per 13 Januari 2026 menunjukkan luas sawah terdampak di tiga provinsi mencapai 107.324 hektare. Sawah rusak ringan 56.077 hektare, rusak sedang 22.152 hektare, rusak berat 29.095 hektare. Lahan padi dan jagung yang mengalami puso mencapai 44,6 ribu hektare.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.