Ini Pesan Ustadz Adi Hidayat untuk Pejabar dan Masyarakat di Awal Tahun 2026
“Mari kita semua berupaya meningkatkan takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu wa ta'ala. Takwa adalah gambaran dari kolektivitas kebaikan. Segala bentuk sifat-sifat dan karya-karya baik disebut dengan takwa. Artinya meningkatkan takwa adalah upaya untuk meningkatkan karya-karya terbaik, meningkatkan segala program yang bermanfaat. segala hal yang mengandung maslahat bagi kehidupan dalam konteks berbangsa dan bernegara.”
UAH mengingatkan pentingnya evaluasi diri.
“Mari kita belajar dari kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi di tahun yang lalu. Khususnya setelah kita ketahui, kita berupaya untuk menyempurnakan. Bila ada hal-hal yang kurang, itu pertanda kita manusia. Bila ada hal-hal yang salah, tampak, itu tandanya kita harus kembali untuk memperbaiki. Orang yang baik adalah orang yang berupaya memperbaiki kesalahan yang mungkin terjadi.”
“Orang yang mulia bukan orang yang tidak pernah salah, tapi orang yang berupaya menampilkan kesalehan setelah ia berbuat salah.”
UAH menekankan jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan.
“Jabatan hanya sementara. Bagi para pejabat di level manaun sungguh anda yang terpilih, bukan yang lain. Maka jabatan itu sudah pasti akan dievaluasi, dipertanggungjawabkan. Bila tidak di dunia, tentu saja di akhirat. Kita tentu dengan rasa cinta bermohon pada Allah agar proses evaluasi itu berlangsung ringan, memberikan manfaat, memberikan kredit yang positif sehingga dengan itu berpeluang mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala.”