Ia menambahkan seluruh bantuan harus diberikan secara ikhlas dan mengikuti prosedur. “Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas dan harus ikhlas,” ujarnya.
Presiden juga menekankan percepatan pemulihan layanan dasar. “Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan sama Puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” pungkasnya.
BNPB melaporkan total korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.154 orang hingga Rabu, 31 Desember 2025. Korban terbanyak di Aceh, 527 orang. Di Sumatera Utara 365 orang, dan di Sumatera Barat 262 orang.
Sebelum rapat terbatas, Presiden meninjau pembangunan rumah hunian sementara (huntara) yang diinisiasi Danantara. Prabowo tiba menggunakan mobil Maung dan menyapa warga dari sunroof bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem.
Presiden meninjau unit rumah berukuran 4,5×4,5 meter dengan fasilitas dasar seperti tempat tidur, kipas angin, lemari, akses internet, dan sambungan listrik.
Rumah hunian ini dirancang sebagai tempat tinggal sementara yang aman bagi warga terdampak. Pembangunan dimulai 24 Desember 2025 dengan target awal 600 unit di Kampung Simpang 4, Kecamatan Karang Baru.
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan 15.000 unit huntara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam tiga bulan. Program ini diharapkan mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
Hunian juga dilengkapi ruang komunal, dapur bersama, toilet, taman bermain anak, dan musala. Pembangunan tahap pertama melibatkan tujuh BUMN sebagai bentuk sinergi pemerintah dan dunia usaha.[]