Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Sunaryanto menegaskan eksplorasi menjadi kunci menjaga keberlanjutan energi.
“Dengan temuan pengeboran MDP-1x, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau RtoP Pertamina Hulu Indonesia,” kata Sunaryanto.
Sumur MDP-1x dibor hingga kedalaman 4.260 meter dan menembus Formasi Yakin. Target utama hanya ditembus sebagian karena tekanan tinggi. Namun PHM berhasil menemukan potensi sumber daya pada formasi lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).
Hasil uji alir pada zona SCS menunjukkan reservoir karbonat dan batu pasir memiliki kemampuan produksi baik. Dengan interval uji 25,5 meter, sumur mencatat laju alir maksimum 2.821 barel minyak per hari (bopd) dan gas 5 juta kaki kubik standar per hari (MMscfd).
Awal 2025, PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Prabumulih mencatat hasil luar biasa dari sumur BNG-064. Produksi mencapai 1.400 bopd dan 4,51 MMscfd gas, jauh di atas target awal 190 bopd dan 0,15 MMscfd.