Singapura gencar mempublikasikan penindakan terhadap pelaku pencurian di pesawat. Empat warga negara China didakwa atas kasus pencurian di penerbangan yang mendarat di Bandara Changi sepanjang 2025.
Pada 23 Desember, seorang warga negara China berusia 26 tahun bernama Liu Ming dijatuhi hukuman 20 bulan penjara. Ia terbukti mencuri tas penumpang berisi barang senilai lebih dari 100.000 dollar AS, termasuk jam mewah Audemars Piguet dan Chopard, di penerbangan kelas bisnis Singapore Airlines dari Dubai ke Singapura.
“Tiket kelas bisnisnya diduga dibiayai sindikat kejahatan, memungkinkan ia mencuri tas penumpang,” tulis laporan pengadilan.
“Laporan yang cepat sangat penting agar petugas kami dapat segera melacak dan menangkap tersangka sebelum mereka menaiki penerbangan berikutnya,” ujar Komandan Polisi Bandara Singapura, Malathi Muthu Veran.
Malaysia mencatat 146 kasus pencurian di pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Kuala Lumpur sepanjang 2024, dengan total 267 kasus sejak 2022. Jepang menangani 19 kasus di Bandara Narita Tokyo dari Januari hingga Oktober 2024. Hong Kong mencatat angka tertinggi dengan 169 kasus sepanjang 2024, dengan nilai barang curian mencapai 700.000 dollar AS dalam 10 bulan pertama.
Pakar mengatakan pengawasan penuh terhadap pergerakan penumpang dan tas di kabin hampir mustahil dilakukan.