Dari peristiwa kelabilan perpolitikan di Aceh tersebut sejatinya publik di Aceh mesti sadar memetik pelajaran pendewasaan politik. Sebab dalam menghadapi kekuatan politik nasional tidak pantas berlandaskan emosional kekecewaan bela atau asal suka. Jutru pada saat larut-tenggelam dalam sikap kekecewaan politik da nasal suka tersebut akan membuat politik Aceh semakin terpuruk dan tidak begitu berharga di hadapan kontrol pemerintah pusat. Sehingga Aceh hari ini nyaris tidak ada lagi posisi tawar yang menarik bagi pemerintah pusat. Dalam konteks ini, apakah Prabowo bertangan dingin menyabut rujuknya politik Aceh terhadap dirinya? Wait and see!
Oleh Zulfata, Chief Executive Officer (CEO) Media Katacyber.com dan Editor in Chief Detikmerdeka