Pedagang Keluhkan Sampah Depan Lapak, Pedagang : Tak Pernah Diangkut Petugas, Koordinator Kebersihan Jarang Masuk Kerja

April 15, 2024 - 10:12
Foto Dok: Istimewa
3 dari 3 halaman

Ditempat terpisah aktifis Cipasera Yardin Zulkarnaen mengatakan " Sampai kapan Pun Pasar Ciputat tidak akan menjadi lebih baik, jika tidak ada Solusi Lain kalau masih dipertahankan Seperti Kondisi Sekarang Ini, Solusi nya Pasar Pasar itu  di bawah wewenang dan kebijakan Perumda/BUMD Tangsel atau diserahkan ke Pihak Swasta atau Swastanisasi pengelolaannya," ungkap Yardin juga pernah ikut dalam kontestasi sebagai caleg Partai Golkar 2024 di Kota Tangerang Selatan.

" Dan kalau pasar masih di bawah Dinas Indag, bakal begini terus. Pasar di Bawah Dinas Indag menyebabkan antara lain: 
1.PAD tidak meningkat karena banyaknya kebocoran.
2.saling lempar tanggung jawab.
3.SDM nya tidak disiplin dan tidak memiliki tanggung jawab sesuai SOP atau dis jobnya, dan
4.Adanya Oknum yang akan merusak tata kelola pasar pasar tradisional di Kota Tangerang Selatan. 

Sementara Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia ( APPSI)  Kota Tangerang Selatan Hj.Elsye Martinely mengatakan," jangan menjadikan pasar sebagai komoditas keuntungan pribadi tapi jadikan sebagai sarana kebutuhan selain sebagai tempat berdagang juga obyek wisata perekonomian warga Tangerang Selatan,". Ujarnya 

" Mari benahi tata kelola pasar pasar secara baik sesuai motto kota ini, cerdas religius dan modern. Tolonglah kepala dinas yang baru saja dilantik bisa turun juga selusuri pedagang yang terkena pungli oleh oknum yang tidak jelas dan supaya Bapak Kepala Dinas pun  dapat memerintahkan bawahannya mendata ulang jumlah  lapak dan berapa ruko di pasar Ciputat, agar tidak ada lagi  pedagang yang berjualan di tepi jalan raya, hingga tercipta kenyamanan dan keamanan bagi pedagang dan konsumen pasar,"  tutup perempuan yang juga aktif di Papera Kota Tangerang Selatan.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.