Waspada Dampak Iklim Gorila El Nino Ancam Indonesia

November 10, 2023 - 19:42
Foto.Dok: Istimewa
3 dari 3 halaman

 Seharusnya, kata dia, tanpa efek perubahan iklim, El Nino baru terjadi di tahun 2024.

Dia menjelaskan, hasil pemodelan yang dilakukan tim TIVIPIAM-BRIN yang diketuainya, perjalanan El Nino yang terjadi saat ini dimulai dari Samudra Pasifik bagian timur di wilayah Peru.

"Suhu terpanas sekarang ada di mana? Belum di Indonesia. Lidahnya masih di Timur. Artinya apa? Perjalanannya masih lama. Salah satu model di Australia, November ini baru mencapai 2, dengan rata-rata sebulan ya. Kalau harian, sekarang sudah 2. Setelah 2? Bisa saja mencapai 2,8. Model yang dibuat Jepang juga sama, meramalkan akan di atas 2," jelasnya.

"Kalau kita lihat, meski akan turun, masih nangkring di 1,6. Padahal itu sudah di bulan April 2024. Dan setiap region (perjalanan El Nino) itu 2 bulan," terang Erma.

" Kalau terpanasnya di kita, baru akan kelihatan kering. Sekarang belum, belum karena El Nino riil. Masih IOD Positif. Baru tahun depan, ketika Maret, April, Mei (2024)," kata Erma.

"Sekarang masih ada hujan, siklon tropis. 

Di sekitar Papua masih banyak awan. Artinya, El Nino belum ada pengaruhnya ke Indonesia. Itu saja ukurannya. El Nino belum mencengkram wilayah kita," katanya.

"Ini yang saya khawatirkan. Persiapkan diri, di sektor pertanian terutama untuk menghadapi masa-masa tidak mudah di tahun 2024 setelah musim hujan berakhir. Hujan tetap ada, pastii hujan. Tapi kan concern kita setelah hujan, Maretnya. Dia masih 2,3. April masih bertengger di 2, dan kemungkinan besar masih akan bertahan, nggak langsung meluruh," pungkas Erma

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.