Namun demikian, tak ada hal yang tidak mungkin untuk mencapainya. Dengan syarat, ada sebuah upaya perencanaan yang baik, sistematis, terintegrasi, berkesinambungan dan keberlanjutan adalah prasyarat yang harus dilakukan.
Konsep itu harus jelas tertuang di dalam paket regulasi sehingga wajib diikuti dan ditaati oleh semua pihak, tak terkecuali apabila ada pergantian kepemimpinan nasional sekalipun.
Regulasi tersebut, akan lebih punya tingkat daya ikat regulasi yang kuat, bila dibentuk dalam sebuah keputusan lembaga tinggi negara MPR melalui TAP MPR RI yang dikemas dalam dokumen semacam GBHN atau apapun namanya.
Dokumen Garis langkah kerja sebagaimana dimaksud diatas, merupakan tahapan konsep yang jelas, dengan para meter yang mudah diukur, sehingga bisa dengan cepat dilakukan koreksi apabila terjadi deviasi dalam pelaksanaannya. Artinya, siapapun Presiden yang akan menjalankan program pencapaian Indonesia Emas akan mudah diawasi oleh berbagai institusi yang berwenang untuk itu, khususnya oleh DPR RI, DPD RI dan MPR RI sebagai representasi rakyat Indonesia.
Hal yang tak kalah penting dalam kaitan itu adalah, diperlukannya seorang pemimpin yang mampu melihat dan membaca persoalan bangsa dari semua potensi dan kepentingan bangsa secara keseluruhan. Kemudian, hasil dari bacaannya mampu menyatukannya dalam sebuah paket ketahanan negara.
Ketahanan negara dimaksud, anatara lain meliputi : ketahanan sandang, pangan, papan, teritorial darat, laut, udara, ketahanan kesehatan, dan militer.
Pintu masuk pembentukan ketahanan negara sebagaimana diuraikan di atas, antara lain, dapat dimulai dari pemberian asupan gizi untuk ibu hamil, menyusui, balita, agar mampu tumbuh kembang menjadi generasi yang kuat, handal dan cerdas.
Dalan konteks ini, Susi Pudjiastuti seorang pengusaha perempuan andal yang Mantan Menteri Kelautan, menyebutkan bahwa dia akan mendukung orang yang mempunyai kemampuan holostik dalam membaca persoalan bangsa, khususnya persoalan laut. Kenapa demikian?? Karena orang yang berkemampuan membaca persoalan negara secara holistik sangat jarang, tapi menurutnya itu ada dalam diri Prabowo Subianto.