Hal sedemikian memang telah menjadi suatu kewajaran politik, di mana gelanggang kekuasaan akan dan selalu pasti menjadi sorotan publik
Akankah dampak keretakan Jokowi dan Megawati ini mempengaruhi zona tempur perpolitikan Indonesia? terutama dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur?
Jawabannya tentu berpengaruh, baik dari sisi pertahanan kandang politik PDIP maupun dari sisi perubahan kiblat politik Jokowi-Gibran untuk Prabowo.
Sebab zona tempur politik itu mesti dibangun, direkayasa agar setiap poros politik mampu berekspansi dengan berbagai cara, termasuk dengan cara politik musuh dalam selimut.
Dalam konteks ini, apakah Jokowi sedang berposisi sebagai musuh dalam selimut bagi partainya Megawati?
Biarlah seluruh rakyat Indonesia yang menilai.
Yang jelas, diakui atau tidak, secara politik Jokowi yang dianggap seperti sedang menerapkan politik zero enemy, termasuk dengan Megawati yang secara komunikasi politik kedua belah pihak masih ngotot bahwa mereka sedang menjalin hubungan politik yang baik-baik saja. N
amun demikianlah percaturan Jokowi dan Megawati, cara mereka bermain catur politik agak unik, berhias intrik dan penuh kejutan di setiap babak adegan pemanggungan pesta demokrasi 2024.
Oleh Zulfata (Direktur Sekolah Kita Menulis/ SKM dan penulis buku “Membaca Indonesia: dari Kekuasaan, oleh dan untuk Kekuasaan)