China dan Taiwan: Sejarah Dua Saudara yang Terpisah

February 3, 2026 - 14:05
Ekspansi Jepang ke wilayah China
1 dari 2 halaman

Pada 1930-an, China berada dalam kondisi lemah dan terpecah. Jepang memanfaatkan situasi itu dengan melakukan invasi besar-besaran. Dua kekuatan politik utama di China saat itu—Partai Nasionalis (Kuomintang) yang dipimpin Chiang Kai-shek dan Partai Komunis China (PKC) yang dipimpin Mao Zedong terpaksa bersatu melawan Jepang.

Persatuan itu rapuh. Mereka bekerja sama bukan karena sejalan, tetapi karena menghadapi musuh yang sama. Di balik kerja sama tersebut, benih konflik tetap ada. Setelah Jepang kalah pada 1945, persatuan runtuh. Kuomintang dan PKC kembali berperang memperebutkan kendali atas China. Perang saudara ini berlangsung sengit dan menentukan masa depan negeri itu.

Pada 1949, pasukan Mao Zedong menang dan mendirikan Republik Rakyat China (RRC) di Beijing. Sementara itu, Chiang Kai-shek mundur ke Pulau Taiwan dan membentuk pemerintahan Republik China (ROC). Sejak saat itu, lahirlah dua pemerintahan yang sama-sama mengklaim sebagai China yang sah. 

Awalnya, banyak negara mengakui Taiwan sebagai wakil resmi China. Namun pada 1971, kursi China di PBB diberikan kepada Beijing. Sejak itu, posisi internasional Taiwan semakin terbatas. Meski begitu, Taiwan berkembang menjadi wilayah demokratis dengan ekonomi maju. Sementara China tumbuh menjadi kekuatan besar dunia dan tetap bersikeras bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayahnya.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.