Mobil Listrik Bekas Kurang Diminati, Ini Deretan Faktor yang Jadi Penghambat

April 1, 2026 - 16:22
Ilustrasi by Ai
1 dari 3 halaman

DETIKMERDEKA — Di tengah tren kendaraan listrik yang terus tumbuh di Indonesia, pasar mobil listrik bekas justru belum menunjukkan geliat signifikan. Berbeda dengan mobil listrik baru yang kian diminati, segmen kendaraan bekas masih menghadapi berbagai kendala yang membuat konsumen ragu untuk membeli.

Data dari pelaku industri menunjukkan bahwa kontribusi mobil listrik bekas terhadap pasar kendaraan bekas masih sangat kecil, bahkan hanya sekitar 1 persen dari total transaksi. Hal ini mencerminkan bahwa pasar sekunder kendaraan listrik belum benar-benar terbentuk secara kuat di Tanah Air.

Kendala Skema Kredit Jadi Faktor Utama
Salah satu hambatan terbesar adalah belum tersedianya skema pembiayaan atau kredit untuk mobil listrik bekas. Banyak perusahaan leasing masih enggan memberikan pembiayaan karena khawatir terhadap nilai jual kembali kendaraan yang belum stabil.

Padahal, sebagian besar pembelian mobil bekas di Indonesia masih mengandalkan kredit. Ketika opsi ini tidak tersedia, otomatis jumlah calon pembeli berkurang signifikan.

Depresiasi Harga yang Tajam
Faktor lain yang tak kalah penting adalah penurunan harga atau depresiasi yang cukup drastis. Dalam beberapa kasus, nilai mobil listrik bisa turun hingga sekitar 50 persen dari harga barunya hanya dalam beberapa tahun.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.