DETIKMERDEKA — Presiden Prabowo Subianto menerima tokoh keuangan global Ray Dalio di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/3). Pertemuan ini membahas arah ekonomi Indonesia ke depan, sekaligus memperkuat peran Danantara sebagai instrumen strategis pertumbuhan nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa diskusi berfokus pada potensi ekonomi Indonesia serta optimalisasi Danantara sebagai motor penggerak investasi dan pembangunan.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menekankan pentingnya memperkuat Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis negara. Badan ini diharapkan mampu mengelola aset nasional secara lebih efektif sekaligus meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor global.
Selain itu, Ray Dalio turut memberikan berbagai masukan terkait percepatan proyek-proyek strategis, termasuk di sektor energi dan investasi jangka panjang. Pemerintah menilai keterlibatan tokoh global seperti Dalio dapat membantu memperluas kepercayaan internasional terhadap ekonomi Indonesia.
Danantara sendiri merupakan sovereign wealth fund yang dibentuk pada 2025 untuk mengelola aset BUMN dan mendorong investasi strategis nasional. Lembaga ini diposisikan sebagai salah satu pilar utama dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah menteri, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Kepala Danantara Rosan Roeslani, yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong kolaborasi global demi memperkuat ekonomi nasional.













