Mahasiswa Pendidikan Sejarah Unimed Mengajar di Sanggar Pelita, Ruang Belajar Anak-Anak di Pinggir Sungai Deli

March 10, 2026 - 14:47
Mahasiswa Pendidikan Sejarah Unimed Mengajar di Sanggar Pelita, Ruang Belajar Anak-Anak di Pinggir Sungai Deli
1 dari 3 halaman

DETIKMERDEKA.COM — Kegiatan belajar mengajar berlangsung antusias pada sore itu (22/02/2026), di sebuah rumah sederhana di Gang Pelita II No.46, Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Tempat itu dikenal sebagai Sanggar Pelita, sebuah ruang belajar non-formal bagi anak-anak di kawasan bantaran Sungai Deli.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, Jurusan Pendidikan Sejarah, datang untuk melaksanakan praktik mengajar dalam mata kuliah Pengembangan Materi IPS. Dalam kegiatan itu, para mahasiswa memperkenalkan materi tentang pahlawan nasional kepada anak-anak yang hadir.

Sekitar 30 anak mengikuti kegiatan tersebut. Para mahasiswa mengenalkan sekitar 10 tokoh pahlawan nasional kepada anak-anak, mulai dari tokoh proklamasi hingga pahlawan pendidikan. Materi disampaikan melalui media visual yaitu pop-up book agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

Kegiatan belajar tidak hanya berisi penjelasan materi. Setelah sesi pembelajaran, anak-anak diajak mengikuti ice breaking dalam bentuk permainan kelompok sebagai evaluasi hasil belajar. Salah satu permainan yang dimainkan adalah flash card bergambar pahlawan nasional.

 Anak-anak diminta menunjukkan gambar pahlawan yang sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Permainan berikutnya adalah menyusun puzzle gambar pahlawan. Setelah puzzle tersusun, anak-anak diminta mendeskripsikan tokoh pahlawan tersebut berdasarkan apa yang telah mereka pelajari sebelumnya.

Metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan ini menggabungkan pendekatan kooperatif dan model pembelajaran deep learning. Tujuan kegiatan tersebut adalah agar peserta didik mampu memahami konsep pahlawan nasional, mengenal perjuangan para tokoh, serta meneladani nilai-nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Sanggar Pelita sendiri memiliki cerita panjang sebelum menjadi ruang belajar seperti sekarang. Sanggar ini berdiri pada 11 Oktober 2020 di masa pandemi COVID-19. Narasumber dalam kegiatan wawancara, Teuku Muhammad Taslim, menceritakan bahwa awal berdirinya sanggar merupakan kolaborasi dua komunitas.

“Untuk sejarahnya, kami berdiri pada 11 Oktober 2020. Saat itu saya masih mahasiswa bersama teman-teman, dan momentumnya bertepatan dengan masa COVID-19,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari perpaduan Komunitas Medan Bernalar dan Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Deli. Komunitas Medan Bernalar sendiri bergerak di bidang literasi, terutama dalam menumbuhkan minat baca di kalangan muda.

Setiap hari Minggu, komunitas tersebut biasanya membuka lapak baca di Lapangan Merdeka Medan dengan menggelar tikar dan memajang buku-buku untuk dibaca masyarakat.

Dari aktivitas literasi itu, Taslim kemudian bertemu dengan seorang temannya yang aktif dalam kegiatan kepemudaan di kawasan bantaran Sungai Deli. Temannya tersebut terlibat dalam komunitas yang bergerak di bidang konservasi sungai.

“Ketika saya datang, saya bertemu dengan teman saya tersebut dan mengajak untuk berkolaborasi. Saya menawarkan agar komunitas kami dan komunitas kepemudaan di lingkungan ini bekerja sama, sehingga program kerja kami tidak hanya sebatas membaca buku di kalangan kami dan tidak hanya konservasi sungai di kalangan mereka. Kami ingin menghadirkan program baru berupa kegiatan belajar dan mengajar untuk kampung ini,” katanya.

Kolaborasi itu kemudian melahirkan program belajar mengajar yang hingga kini dikenal sebagai Sanggar Pelita.

Nama “Pelita” sendiri diambil dari nama gang tempat kegiatan tersebut berlangsung.

“Nama Sanggar Pelita sendiri diambil dari nama gang ini, yaitu Gang Pelita,” jelas Taslim.

Pada masa awal berdiri, pendekatan kepada anak-anak dilakukan secara persuasif. Salah satu kegiatan pertama yang diadakan adalah lomba mewarnai di pinggir Sungai Deli untuk menarik minat mereka.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.