DETIKMERDEKA - Di depan orang-orang, kami ibarat pasangan suami istri yang harmonis. Senyum selalu ditampilkan, genggaman tangan ditunjukkan. Namun, siapa sangka di balik itu kami sering tidur pisah ranjang meski satu atap.
Katanya, pernikahan berjalan dengan landasan kepercayaan. Jika kepercayaan luntur, jangan harap ada keharmonisan. Begitulah yang saya rasakan setiap kali melihat Andrew, suami yang berhasil melunturkan kepercayaan saya.
Pikiran selalu kembali ke 2022. Saat itu saya menemukan chat mesra di ponselnya dari seseorang bernama “Pak Wahyu”, nama samaran seorang perempuan.
Pesan itu membuat lutut saya lemas. “Sayang, kamu mau enggak nemenin aku nanti sampai malam di Jakarta. Aku takut nginap sendirian.”