Perjanjian New START di Pinggir Jurang

February 2, 2026 - 16:49
Nuklir Rusia

DETIKMERDEKA - Perjanjian New START, kesepakatan pembatasan senjata nuklir terakhir antara Amerika Serikat dan Federasi Rusia, resmi berakhir pada 5 Februari 2026. Perjanjian ini merupakan kesepakatan tentang langkah-langkah untuk pengurangan dan pembatasan lebih lanjut senjata serangan strategis, yang selama ini menjadi pilar utama pengendalian senjata nuklir kedua negara.

Sebagai satu-satunya perjanjian pengendalian senjata yang masih berlaku antara dua kekuatan nuklir terbesar dunia, New START berperan penting dalam menekan risiko eskalasi nuklir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Menjelang berakhirnya masa berlaku perjanjian tersebut, Rusia menyampaikan keterangan resmi sekaligus mengajukan proposal perpanjangan. Presiden Rusia Vladimir Putin pada September 2025 menawarkan agar kedua negara memperpanjang penerapan batasan yang sama selama 12 bulan setelah masa berlaku berakhir. Usulan itu dimaksudkan untuk memberi ruang bagi negosiasi lanjutan, dengan komitmen kedua pihak tetap secara sukarela mematuhi batas jumlah hulu ledak sebagaimana diatur dalam New START.

Di sisi lain, Washington belum memberikan tanggapan formal atas tawaran tersebut. Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan belum menyampaikan respons resmi kepada Kremlin. Presiden Donald Trump sebelumnya memberi sinyal keterbukaan terhadap kemungkinan pembahasan kesepakatan yang lebih luas, termasuk opsi melibatkan China dalam perundingan pengendalian senjata. Namun, ia juga menyatakan kesiapan untuk membiarkan perjanjian itu berakhir tanpa perpanjangan.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.